Sekjen PBB: Dipicu Korea Utara, Dunia Cemas Perang Nuklir Terjadi

;
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kecemasan dunia terhadap perang nuklir yang dipicu tindakan provokatif Korea Utara saat ini berada di tingkat tertinggi dalam satu dekade terakhir. Guterres mengemukakan hal itu dalam pembukaan Majelis Umum PBB yang dihadiri para pemimpin negara dari seluruh dunia pada Selasa, 19 September 2017.

Menyambut debat tingkat tinggi dalam Majelis Umum PBB, Guterres mengatakan saat ini berjuta-juta orang hidup dalam ketakutan sebagai akibat dari tindakan Korea Utara yang secara provokatif melakukan percobaan nuklir dan rudal.

“Penggunaan senjata nuklir seharusnya tidak pernah terpikirkan. Namun, saat ini, kecemasan global terhadap senjata nuklir berada di tingkat tertinggi sejak berakhirnya Perang Dingin," kata Guterres dalam pertemuan rutin yang dihadiri 193 negara di New York tersebut.

Guterres juga menyatakan ketakutan terhadap perang nuklir bukanlah sesuatu yang abstrak. Menurut dia, ada berjuta-juta orang hidup di bawah bayang-bayang ketakutan karena uji coba nuklir Korea Utara yang dilakukan secara provokatif dari Pyongyang.

Amerika Serikat yang didukung Jepang, Korea Selatan, dan negara sekutu lain terus menekan masyarakat internasional untuk memberikan respons tegas kepada Korea Utara setelah melakukan percobaan nuklir keenam sekaligus menjadi yang terkuat pada 3 September lalu. Pyongyang kembali meluncurkan rudal melewati Jepang pada Jumat, 15 September 2017.

Namun Cina dan Rusia telah memperingatkan Amerika bahwa memilih langkah militer untuk menangani Korea Utara hanya akan menimbulkan bencana. Amerika disarankan melakukan perundingan secara diplomatik.

Guterres memperingatkan bahwa meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara justru akan menyebabkan salah perhitungan dan pembicaraan emosional akan menyebabkan kesalahpahaman yang fatal. Dia menyarankan melakukan langkah secara politik untuk menghindari terjadinya perang nuklir.